Riset

Mengapa penonton yang menggunakan Twitter sewaktu menonton TV memiliki tingkat ingatan terhadap iklan yang lebih tinggi

Penargetan TV Twitter memungkinkan merek untuk berinteraksi dengan pengguna Twitter yang juga merupakan penonton televisi aktif.

Tidak semua pemirsa TV bersifat sama: Kami telah lama percaya bahwa penonton merespons iklan secara berbeda, tergantung pada perasaan mereka dengan tayangan yang sedang ditonton. Dan dalam hal memperoleh reaksi emosional pengguna selama siaran TV langsung, sekarang kami mengetahui bahwa Twitter dapat mendorong hasil yang jauh lebih efektif bagi merek.

Kami bermitra dengan agen media Starcom dan Canvs, perusahaan analitika TV sosial yang mempelajari emosi dalam konten media sosial, untuk memahami cara program memengaruhi emosi penonton seperti yang dilacak melalui Tweet, dan pada gilirannya, cara emosi ini mendorong kemampuan pemirsa untuk mengingat iklan TV dan menindaklanjutinya. Temuan ini menunjukkan nilai emosi bagi marketer dan cara merek dapat melibatkan pengguna Twitter yang telah merespons tayangan yang ditampilkan di layar TV mereka.

1 Ingatan terhadap iklan lebih tinggi untuk acara TV yang memicu reaksi emosional seperti yang diukur oleh Twitter.

Canvs mengidentifikasi sejumlah contoh saat persentase tinggi Tweet tentang suatu program TV berisi reaksi emosional. Selama program tersebut, penonton 48% lebih berpotensi mengingat iklan dibandingkan penonton yang menonton program dengan tingkat reaksi yang lebih rendah*.

Kiat: Targetkan program TV yang lebih berpotensi memicu respons emosional di Twitter. Cari jenis program yang secara emosional berkesan bagi pemirsa yang ingin Anda jangkau, lalu gunakan penargetan Twitter untuk menyelaraskan kampanye Anda dengan acara ini.

Riset ini menunjukkan bahwa pemirsa yang terhubung secara emosional dengan acara TV lebih responsif terhadap iklan TV dan iklan Twitter yang sesuai. Riset tersebut pada akhirnya membantah pendapat lama bahwa penonton yang sekaligus merupakan pengguna media sosial tidak responsif... Ini dapat dilakukan dengan penargetan TV Twitter yang memungkinkan merek untuk mengembangkan frekuensi lintas layar dengan orang-orang yang berinteraksi dengan acara TV di Twitter.”

Kate Sirkin, Global Head of Audience Measurement, Publicis Media

2 Ingatan terhadap iklan TV yang lebih tinggi untuk penonton yang menggunakan Twitter sewaktu menonton TV.

Di era saat perhatian sulit diperoleh, jika penonton melakukan hal lain sewaktu menonton TV, Anda ingin mereka mengikuti percakapan di Twitter. Kami menemukan bahwa pengguna yang menggunakan Twitter sewaktu menonton program TV, baik secara aktif menge-Tweet maupun hanya menyimak, 62% lebih berpotensi mengingat merek yang diiklankan selama program dibandingkan pengguna yang tidak menggunakan Twitter.

Kiat: Sinkronkan kampanye iklan TV Anda dengan Tweet Promosi untuk memperkuat pesan. Pengiklan TV yang menjalankan kampanye iklan Twitter secara bersamaan memperoleh rata-rata 9% peningkatan ingatan iklan dibandingkan kampanye yang tidak menjalankan Tweet Promosi. Menambahkan video ke Tweet dapat semakin memperkaya kampanye multi-saluran, sehingga Anda dapat memulai kisah di TV and memberi pengguna kesempatan untuk berpartisipasi di Twitter.

3 Penonton aktif lebih berpotensi membeli.

Melalui kemitraan dengan Canvs, kami berfokus pada penonton yang secara emosional tertarik dengan suatu program, sebagaimana diekspresikan dengan menge-Tweet respons seperti “suka” dan “senang” dan bukan hanya ikut menyimak. Penonton yang tertarik secara emosional tiga kali lebih berpotensi mengingat pengiklan dibandingkan pengguna yang menge-Tweet pesan yang lebih netral. Selain itu, 61% grup yang reaktif secara emosional ini mengungkapkan bahwa mereka berpotensi membeli dari merek tersebut sekarang juga atau di masa mendatang.

Kiat: Jalankan kampanye Twitter yang memanfaatkan emosi seputar suatu acara. Tautkan kreasi Anda untuk menampilkan konten seiring acara tersebut berkembang. Momen dramatis seperti pemungutan suara, plot cerita mengejutkan, dan menit-menit terakhir pertandingan yang ketat semuanya adalah peluang besar untuk memicu percakapan lebih lanjut.

Studi

Studi ini adalah hasil dari kemitraan Social TV Lab dengan Starcom. Kami bermitra dengan perusahaan riset DB5 untuk menyurvei 3.536 pengguna Twitter dan bukan pengguna Twitter yang menonton episode program TV yang sama. Pada hari setelah acara, kami menanyakan pengguna tentang emosi mereka terhadap program tersebut, aktivitas Twitter mereka selama acara (jika ada), pengiklan yang diingat, dan seberapa baik pandangan mereka terhadap merek setelah melihat iklannya. Bagi peserta yang bersedia memberitahukan nama pengguna Twitter mereka, analisis emosional Canvs membantu memperkaya respons survei dengan data tentang reaksi peserta.

*”Tingkat reaksi” diartikan sebagai persentase Tweet terkait dengan program tertentu yang memiliki emosi dibandingkan dengan semua Tweet untuk program tersebut. Data Twitter tersebut dikumpulkan oleh Nielsen dan dianalisis oleh Canvs.

Informasi lebih lanjut

Unduh infografis Twitter dan Ingatan terhadap TV untuk mempelajari lebih lanjut.

Unduh